Hasil gambar untuk mayora indah

PT Mayora Indah Tbk prospeknya dinilai masik cukup positif. Analis PT Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto melihat kondisi fundamental yang cukup solid sejauh ini dapat menopang emiten sektor consumer tersebut. Menurut Natalia peningkatan penjualan ekspor dan inovasi yang telah dilakukan Mayora ini direkomendasikan dapat menahan harga saham Mayora pada harga Rp. 1.960 untuk setiap sahamnya. Berikut beberapa pernyataan Natalia Sutanto tentang prospek Mayora diantaranya yaitu :

  • Menurut Natalia akan adanya kebijakan yang dinilainya populis ditahun 2018 ini sehingga akan dapat memperbaiki daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat ini mengalami perubahan karena adanya penyelenggaran pemilu hingga tambahan operasi pabrik baru yang ada di Tangerang. Adanya rencana dari MYOR untuk membeli aset tanah yang berada di Balaraja, Banten yang hingga saat ini masih dimiliki oleh PT Lubuk Permata. Pembelian tanah ini akan menjadi investasi saham Mayora. Hal ini diyakini akan menjadi sentimen yang positif sehingga akan dapat meningkatkan kinerja perseroan. Natalia melihat jika ditahun depan pendapata MYOR bisa membukukan hingga Rp. 22 triliun.
  • Perusahaan hanya beresiko dari persoalan kenaikan harga bahan baku dan juga realisasinya terhadap daya beli masyarakat yang membaik. Diawal tahun kemarin terjadinya naik turun harga bahan baku telah menyebabkan margin kotor perusahaan menjadi terbebani. Pada tahun 2017 lalu dibulan yang kesembilan bulan pertama margin kotor tercatat mengalami penurunan dari 26,2 % hingga menjadi 22,6%.
  • Meski ditahun depan merasa optimis tetapi Natalia justru akan memangkas target kinerja yang sebelumnya diawal tahun lalu sudah ditetapkan. Meski adanya kenaikan pada penjualan ekspor perusahaan yang akan mampu menopang pendapatan ditahun 2018 ini, tetapi diakhir tahun 2017 MYOR merubah target pendapatannya dari Rp. 20,37 triliun hingga menjadi Rp. 20,11 triliun. Selain pendapatan yang turut dikoreksi oleh perusahaan juga adalah target perolehan laba bersih dan net profit. Pasalnya dengan kecenderungan perusahaan consumer yang melakukan promosi secara gencar menjelang akhir tahun sehingga mengakibatkan mengalami peningkatannya margin operasi. Hal ini pun mau tidak mau akan mendorong adanya koreksi terhadap perolehan laba kotor dan berih.

Itulah beberapa pernyataan Natalia Sutanto tentang prospek Mayora. Natalia juga mengkhawatirkan jika Mayora tidak akan bisa menjaga margin. Margin kotor diakhir kuartal III kemarin telah mengalami penurunan dari 26,2 % hingga menjadi 22,6 %.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *